Seruu.Com - Fortuner yang menjadi andalan Toyota di segmen kendaraan sport kelas atas (high SUV) memimpin pasar di segmennya dengan pangsa pasar sebesar 28,5 persen pada 2011.

PT Toyota Astra Motor (TAM) melalui siaran pers, di Jakarta, Rabu, menyebutkan pada 2011 penjualan Fortuner 4x2 mencapai 12.312 unit, yang dicapai pada semester pertama sebesar 4,826 unit dan naik 55 persen pada semester kedua menjadi 7,486 unit.

Presdir TAM Johnny Darmawan mengakui kenaikan penjualan Fortuner pada semester kedua tahun lalu seiring dengan peluncuran Grand New Fortuner pada Juli 2011.

"Pencapaian Toyota Fortuner di segmennya telah mengukuhkan ketangguhannya sebagai kendaraan SUV yang berkarakter urban di Jakarta," ujarnya.

Fortuner pertama kali diperkenalkan pertama kali pada 2005 hanya dengan varian 2.7AT gasoline dan pada  2007 varian bertambah dengan hadirnya G 2.5 MT Diesel.

Kemudian pada 2008 mobil yang diproduksi di Indonesia itu mengalami penyeraran melalui Fortuner minor change dan pada 2009 Fortuner 2.5 AT Diesel dan Fortuner TRD Sportivo.

Sebelum hadir Grand New Fortuner yang mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai mobil rendah emisi dan hemat BBM, Toyota melakukan perubahan kecil pada penampilan dan interior Fortuner pada 2010.

Ketangguhan Fortuner juga diuji dalam program ekspedisi napak tilas perjalanan Marcopolo melintasi benua Eropa dan Asia, yang telah dilaksanakan sejak 17 Agustus 2011 dari Jakarta sampai Venice,  Italia pada bulan Desember lalu.

"Empat  Toyota Fortuner telah mengantar tim menjelajahi 23 negara di 2 benua dengan menempuh perjalanan lebih dari 27.000 dalam berbagai medan dan kondisi cuaca," katanya.

Johnny menegaskan hal itu menunjukkan Toyota Fortuner sebagai produk lokal buatan Indonesia memiliki standar kualitas internasional, dan ketangguhannya di berbagai kondisi yang berbeda-beda.

"Kami juga sekaligus meminta maaf pada pelanggan setia kami yang telah bersabar menunggu ketersediaan kendaraanya, akibat terbatasnya suplai di 2011," kata Johnny. [ant]

Peraturan Komentar